Tetap Patuhi Protokol Kesehatan Prostitusi Online Kian Marak di Karimun, Masyarakat Minta Polres Karimun Bertindak

Prostitusi Online Kian Marak di Karimun, Masyarakat Minta Polres Karimun Bertindak


Karimun, CeritaKepri.Online - Praktik prostitusi online rupanya sudah berlangsung cukup lama di Kabupaten Karimun.

Dari penelusuran kami, pada aplikasi Mi chat terdapat para akun wanita yang menyediakan layanan seperti Short Time (ST) maupun Bo. Para wanita itu menggunakan foto profil yang menggoda serta menuliskan bio dengan kata-kata sensitif.

Tarifnya pun bervariasi, sekitaran Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta.

Sedangkan untuk tempat eksekusi tergantung sesuai wanita penyedia layanan. Bisa saja di hotel, wisma maupun di kos-kosan.


Yang membuat terkejut, ditemui juga wanita muda yang masih berusia belasan tahun ikut menyediakan layanan tersebut. Bahkan wanita muda itu mengaku masih kuliah di salah satu universitas di Kepri.

Menanggapi hal ini, Tokoh Masyarakat Karimun, Raja Ja'far Shodiq menilai seluruh stakeholder baik Aparat Penegak Hukum maupun Pemerintah Kabupaten Karimun terkesan diam dan tidak menindaklanjuti temuan ini.

"Ini sudah jelas-jelas praktik (prostitusi online) seperti ini telah ada di kampung kita ini. Meresahkan masyarakat," keluh Ja'far, Kamis, (23/12).

Ja'far membandingkan kinerja aparat penegak hukum yang berada diluar Karimun menurutnya lebih tanggap untuk memberantas korupsi. Ia mencontohkan baru-baru ini Polda Jawa Tengah menangkap mucikari prostitusi online yang melibatkan beberapa orang itu.

"Seharusnya aparat penegak hukum harus menindaklanjuti temuan ini. Kan kalau di Polisi ada unit siber, ya pada unit siber bisa melacak prostitusi online itu," tegas Ja'far.

Sedangkan untuk Pemerintah Kabupaten Karimun, Ja'far meminta agar Bupati Aunur Rafiq dapat memberikan sanksi kepada pemilik kos maupun hotel tempat wanita penyedia layanan tersebut.

"Bupati kita minta peka dan jangan takut untuk memberantas prostitusi. Kita ingin daerah kita ini sama seperti dengan motto Karimun yakni Bumi Berazam. Semoga ada tindak lanjut dari instansi terkait," tukas Ja'far. (Tyo)