Tetap Patuhi Protokol Kesehatan Yakin Endang Abdullah Tak Terlibat Dugaan Korupsi TPP ASN, Pengamat Sarankan Jaksa Fokus Periksa Rahma

Yakin Endang Abdullah Tak Terlibat Dugaan Korupsi TPP ASN, Pengamat Sarankan Jaksa Fokus Periksa Rahma

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah

Tanjungpinang, CeritaKepri.Online - Pengamat kebijakan publik, Dadang Sudrajat berpendapat bahwa Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah tidak terlibat dalam dugaan korupsi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti yang dilaporkan oleh Adiya Prama Rivaldi, Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Publik (JPKP) Kota Tanjungpinang ke Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau baru-baru ini.


"Pak Endang baru dilantik pada 28 Juni 2021 kemarin. Pasti tidak terlibat (dugaan korupsi TPP ASN)," ujar Dadang Sudrajat saat ditemui di Morning Bakery Kilometer 7, Kota Tanjungpinang, Kamis, (11/11).

Sebagai purnawirawan perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut, Dadang yakin jika usai dilantik, Endang sudah mempelajari administrasi TPP ASN.

"Beliau pasti tahu bahwa TPP ASN ini ya untuk ASN bukan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Sebagai purnawirawan perwira ia pasti tidak mau mengambil yang bukan hak-nya," kata Dadang.

Dadang menyarankan agar penyidik Kajati dapat fokus memeriksa Wali Kota Tanjungpinang, Rahma dalam kasus dugaan TPP ASN. Karena sejak tahun 2019 hingga 2021, politisi Nasdem ini telah menerima uang sebesar Rp 3,9 Miliar.

"Seperti diungkap pak (Novaliandri) Fathir, kalau Bu Rahma terima Rp 3,9 Miliar dari TPP ASN ini. Dalam masa pemeriksaan, sebaiknya Bu Rahma serahkan tongkat kepemimpinan ke Endang Abdullah. Agar pemerintahan dapat berjalan efektif," ujar Dadang.

Seperti diketahui, TPP adalah penghasilan yang diberikan kepada Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam bentuk tunjangan kesejahteraan dan diberikan dalam rangka meningkatkan kinerja, motivasi, disiplin dan kesejahteraan aparatur sesuai dengan kemampuan keuangan. 

Penulis: Hadi Winata